Pusat Studi Gender dan Anak | 2016-08-13 11:34:43


Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Negeri Raden Fatah Palembang yang disingkat dengan PSGA UIN Raden Fatah didirikan berdasarkan SK Rektor Nomor : XVIII tahun 1989, tertanggal 13 Februari 1989. Pada saat berdirinya dikenal dengan sebutan Pusat Studi Wanita (PSW). Sejarah pembetukannya melalui proses yang cukup panjang. Pembentukan Pusat studi Gender dan Anak di UIN Raden Fatah Palembang pada saat itu didasarkan pada keinginan untuk mendorong kajian mengenai  Gender di Lembaga Pendidikan Islam khususnya di lingkungan Pendidikan Tinggi Islam. Disamping itu merasa terpanggil untuk melihat untuk terlibat mensukseskan agenda nasional dan agenda internasional menjalankan program Pemberdayaan Perempuan, Gender dan Anak.

Pusat Studi Gender dan Anak UIN Raden Fatah diharapkan mampu memasyarakatkan kajian-kajian gender dengan perspektif Islam yang terutama dan berspektif nilai-nilai budaya serta berspektif global. Harapan semacam itu dapat dipahami karena Islam merupakan faktor penting dalam membangun kerangka berpikir masyarakat. Dengan perspektif Islam yang berkaitan dengan peran dan status perempuan di masyarakat merupakan hal yang penting untuk dikaji. Karena hal tersebut merupakan masalah-masalah yang selalu dipertanyakan oleh pemerhati perempuan dan anak ketika dikorelasikan dengan hal-hal yang brkaitan dengan agama, kepemimpinan perempuan, peran tingkah laku dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian kajian Gender dalam perspektif Islam merupakan sebuah momentum yang sangat penting.

Sejalan dengan perkembangan strategi dan paradigma yang digunakan untuk memberdayakan perempuan dan perlindungan serta tumbuh kembang anak, maka Pusat Studi Gender dan Anak UIN Raden Fatah pada awalnya menggunakan pendekatan “hanya perempuan” yang mendorong kaum perempuan untuk mengekspresikan pengetahuan, kebutuhan dan rencana-rencananya melibatkan laki-laki harus diubah menjadi pendekatan integrative dengan tujuan pemberdayaan perempuan di satu sisi tanpa mengucilkan atau memaksakan suatu tindakan yang diskriminastif dengan memperhatikan kebutuhan laki-laki di sisi lain. Berlawanan dengan metode pendekatan pertama, pendekatan integratif tersebut mendasarkan diri pada  premis bahwa melibatkan laki-laki dalam penguatan kepentingan perempuan akan memunculkan kerja sama dan menciptakan kompromi. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan pergantian strategi dari Women In Development (WID) menjadi Gender and Development (GAD). Dengan adanya pergeseran paradigma tersebut telah menjadi program yang dijalankan PSGA UIN Raden Fatah senantiasa turut meningkatkan hasil/manfaat pembangunan yang berasal dari pemberdayaan masyarakat dan dapat dirasanya oleh masyarakat baik laki-laki atau perempuan.

Oleh karen itu, agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh PSGA UIN Raden Fatah pada dasarnya adalah proses pemberdayaan yang membutuhkan keterlibatan laki-laki dan perempuan, sebagaimana pembangunan itu sendiri dipandang, sebagai agenda yang berpusat pada masyarakat, sehingga membutuhkan usaha dari kedua belah pihak (laki-laki dan perempuan).

 

Kehadiran Pimpinan
20 Jan 2017


  • Dr. Syefriyeni, M.Ag.
    Ketua LP2M
    Ada


  • Dr. M.Rusydi, M.Ag
    Sekretaris LP2M
    Ada


  • Dr. M. Noupal, M.Ag
    Kepala Puslitpen
    Ada


  • Komaruddin, M.Si
    Kepala PPM
    Ada


  • Dr. Heri Junaidi, M.A
    Kepala PSGA
    Ada

  • Dr. Syefriyeni, M.Ag

    "Ada banyak kemungkinan, konkretkan satu saja untuk setiap jenjang pencapaian" (8-11-2016)

    Donwload Area

    Galeri

    Agenda


    • Perihal : Penerimaan Mahasiswa KKN ke 67
      Tanggal : 2016-11-01
      Pukul : 07.30 - 15.30 WIB
      Tempat : LP2M
      Keterangan : Pembukaan Pendaftaran

    • Perihal : Rapat Akhir Bulan
      Tanggal : 2016-11-01
      Pukul : 08.00 WIB
      Tempat : Ruang Rapat LP2M
      Keterangan : Konsolidasi

    Pengumuman